Berita > Pelatihan TPACK SUMD 2026 Tuntas, Pemahaman Guru Tana Tidung Tembus 75 Persen
Minggu 21 Jun 2026, 78 View Administrator

Peningkatan kompetensi guru berbasis TPACK (Technological, Pedagogical, and Content Knowledge) dalam Program Sekolah Unggul Masuk Desa (SUMD) Tahun 2026 resmi dituntaskan setelah berlangsung tiga hari penuh di Ruang Rapat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Tana Tidung. Kegiatan ditutup oleh Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Jumadilriansyah, S.Sos., yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tana Tidung.

Kegiatan yang merupakan tahapan kedua dari delapan pendampingan berjenjang sepanjang Mei–Desember 2026 ini diikuti pengawas, kepala sekolah, dan guru dari sepuluh satuan pendidikan pelaksana. Pelatihan digelar bersama Universitas Negeri Malang (UM) selaku mitra akademik yang mendampingi SUMD sejak tahap survei (2024) dan fase fondasi (2025).

Hasil kegiatan menunjukkan tingkat pemahaman peserta secara keseluruhan mencapai 75 persen, dengan tingkat eksplorasi pengetahuan mandiri menyentuh 90 persen. Capaian itu dibuktikan melalui unggahan hasil kerja atas 5 penugasan dan 3 tes yang seluruhnya telah memenuhi ambang 75 persen, bahkan melampaui standar yang ditetapkan pada sesi pendampingan.

Selama tiga hari setara 24 jam pelajaran, para guru tidak berhenti pada pemahaman konsep, melainkan langsung mempraktikkan teknologi pembelajaran. Mereka menjajal lima aplikasi digital berbasis offline-first yang relevan untuk daerah 3T, menyusun perangkat ajar berbasis TPACK sesuai kesiapan sekolah, hingga melaksanakan lesson study siklus pertama secara kolaboratif.

Dari rangkaian praktik tersebut, peserta menghasilkan empat produk pembelajaran nyata, yakni:

1. RPP / Modul Ajar berbasis TPACK

2. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

3. Media pembelajaran

4. Asesmen

Pada sesi lanjutan, peserta memperdalam kolaborasi pembelajaran melalui Lesson Study. Setiap guru didampingi menyusun lesson plan yang dikolaborasikan bersama kolega. Setibanya di satuan pendidikan masing-masing, guru diberi kesempatan menerapkan lesson plan tersebut dan melaporkannya dalam format video sebagai bukti penerapan nyata di ruang kelas.

Kegiatan dirancang dengan pendekatan andragogi yang dominan praktik (hands-on) dan berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS): menganalisis, mengevaluasi, dan mengkreasi. Pembelajaran luring dilanjutkan pemantauan daring agar implementasi tetap terkawal hingga ke sekolah.

Rangkaian 2026 berpijak pada hasil evaluasi Model CIPP atas implementasi SUMD 2025 yang melibatkan 10 sekolah, 85 guru, dan 10 kepala sekolah. Evaluasi mencatat capaian rata-rata 3,28 dari 4,00 (kategori sangat baik) dengan tingkat kedisiplinan 91,4 persen, sekaligus mengungkap kesenjangan yang masih harus ditutup — terutama pada dimensi daya saing global dan integrasi teknologi pembelajaran. Seluruh rangkaian ini ditetapkan sebagai Fase Konsolidasi, tahapan yang diarahkan mengubah budaya kepatuhan administratif menjadi budaya kompetensi nyata di ruang kelas.

Dalam sambutan penutupan, Jumadilriansyah menyampaikan apresiasi kepada Tim Universitas Negeri Malang yang berkelanjutan mendampingi kemajuan pendidikan di Tana Tidung.

“Mari kita ubah budaya sekadar memenuhi dokumen menjadi budaya kompetensi nyata. Pastikan setiap produk pembelajaran benar-benar diterapkan, bukan berhenti di atas kertas,” tegasnya.

Ia berharap para pengawas terus mengawal pendampingan hingga ke tingkat sekolah. Pelatihan TPACK SUMD 2026 diharapkan menjadi fondasi kokoh menuju Fase Ekspansi 2027 dan Replikasi 2028 demi terwujudnya generasi emas Tana Tidung yang unggul.







     Hubungi